GAMBAR WEB

PRODI REFRAKSI OPTISI (OPTOMETRY) STIKES HAKLI SEMARANG
Akademisi
Kesehatan Bidang Refraksi Optisi Program Diploma III Kesehatan
Akreditasi Lam-PTKes 2016 – No. 0617/LAM-PTKes/Akr/Dipl/VI/2016

LATAR BELAKANG – Kelainan tajam penglihatan seseorang bisa terjadi sejak dini di usia anak anak bahkan sampai ke tingkat orang dewasa. Apa lagi yang sudah berumur diatas usia 40 tahun. Kelainan tersebut terjadi karena elastisitas lensa atau kornea mata yang sudah berkurang.

Dengan bertambahnya umur harapan hidup sebagai hasil dari pembangunan kesehatan maka banyak pula orang yang membutuhkan kacamata. Disinilah peran seorang refraksionis di butuhkan untuk mengatasi kelainan penglihatan mata dengan perantara alat rehabilitasi.

Seorang Refraksionis Optisi / Optometry adalah orang yang ahli dalam bidang pemeriksaan tajam penglihatan dan pembuatan alat rehabilitasi penglihatan dalam bentuk kacamata.

ARO HAKLI – Dalam hal ini merupakan Program studi D3 Refraksi Optisi (Optometry) di STIKES HAKLI Semarang yang berusaha untuk dapat memberikan peran dan penyedia tenaga ahli tersebut dengan pendidikan yang berstandar tinggi sehingga lulusan lulusan kami dapat terserap semuanya di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta.



Pengantar  Kaprodi

bu harti 2Kaprodi D3 Refraksi Optisi (RO) Dra. Sri Suharti, MM menyatakan masyarakat sebaiknya tidak menyepelekan kalau matanya mengalami masalah dan jangan sembarangan memakai kaca mata, apalagi membeli kaca mata di sembarang tempat tanpa ukuran pasti.

Sebaiknya, kata Bu Harti masyarakat mendatangi dokter, lalu ke optik yang memiliki tenaga RO karena tidak setiap toko optik dilengkapi dengan tenaga RO yang bisa secara presisi menentukan ukuran kaca mata yang perlu dipakai penderita.

“Banyak kasus menunjukkan masyarakat memeriksakan penyakit matanya dalam kondisi yang sudah terlambat atau parah penyakitnya. Sebaiknya pencegahan lebih baik dan pemeriksaan ke dokter jangan sampai terlambat,” katanya.

Perkembangan teknologi yang pesat dan tidak dapat dihindari membuat kehidupan kita sangat bergantung pada teknologi. Ketergantungan terhadap teknologi tersebut membuat kita kerap kali merasakan sakit pada mata saat terlalu lama bermain laptop maupun handphone, bukan? Hal ini tidak bisa disepelekan.

Tanpa kita sadari, penggunaan teknologi yang terus-menerus membuat mata mudah dan rentan mengalami kerusakan. Eits, tapi jangan khawatir, karena menurut Global Vision Impairment Data 2015 (WHO), sebanyak > 75% dari gangguan kesehatan mata sebenarnya dapat dicegah, lho!

Lalu, bagaimana jika sudah terjadi masalah kesehatan dan bagaimana cara mencegahnya? Disinilah peran seorang optometris menjadi penting. Optometris membantu memahami masalah penglihatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lebih baik melalui penglihatan yang lebih baik.